Soal Curhat

image

Hari ini, eh, kemarin malam saya pulang nongkrong dengan luar biasa cranky. Pulang dengan penuh pikiran, “Saya tuh sebenernya daritadi nongkrong ngapain ya?”

Ya, seperti biasa saya duduk di salah satu sudut café di Jakarta. Sama salah satu temen cewek yang biasa nongkrong dan berbagi gelas kopi. Pemandangan biasa dalam 9 bulan terakhir ini.

Tapi saya kesel, kesel karena saya terlalu banyak ngomong. Saya kok kayaknya terlalu banyak cerita dan kurang bertanya. Saya kesal karena terlalu banyak curhat yang gak perlu, bikin orang lain kesel juga kali dengernya. Apalagi ditambah dengan kebanyakan ngomongin orang.

Awkward, karena temen saya ini jadi jauh lebih pendiem dari biasanya. Raut wajahnya agak sedikit berubah, mungkin lelah dengar cerita saya. Saya pun telat baru beneran sadar waktu kita udah pulang. Why oh why

Kemudian berubah menjadi orang yang over think. Gimana kalau temen saya kesel dan males lagi ketemu saya? Gimana kalau saya berubah jadi orang yang self center? Gimana ya caranya saya minta maaf?

Karena saya juga gak suka ketemu temen yang kayak saya, terlalu banyak ngomongin soal dirinya sendiri. Judging! Tapi gimana dong 😦

Mungkin harus semakin teguh menerapkan prinsip: kalau gak ada yang mau diomongin ya udah mending gak usah nongkrong. Daripada bingung mau ngomong apa, atau jadi heboh nyari topik terus berujung cranky. Aku Raisa, aku seba salah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s